Langsung ke konten utama

Postingan

Cinta dan Luka dalam Rumah Tangga

Topik materi malam ini menarik sekali bagiku yaitu "Cinta dan Luka dalam Rumah Tangga." Disampaikan oleh Olphi Disya Arinda, M.Psi., Psikolog. Ketika remaja, konsep pernikahan di kepalaku adalah mencari seseorang yang bisa diajak hidup bahagia bersama.  Namun seiringnya berjalannya waktu (tua maksudnya), konsep tersebut menjadi bergeser. Di kepalaku sekarang ketika mencari pasangan hidup bukan lagi soal orang yang bisa diajak hidup bahagia. Tetapi seseorang yang bisa diajak berkonflik bersama. Maksudnya bukan berarti tidak mau bahagia ya. I mean, it's an automatic lah. Siapasih yang tidak mau menikah sama orang yang kita bahagia ketika bersamanya? Tapi tidak semua orang bisa diajak berkonflik bersama secara sehat. Materi malam ini sebagian besar membahas hal tersebut; konflik peran sebagai istri, konflik dalam rumah tangga, kunci dalam konflik, 4 horsemen of apocalypse, dan  fair fight guideline.    PERAN ISTRI Sesi kelas dibuka dengan pertanyaan, bagaimana gambar...

Komunikasi Sehat dengan Suami

 Alasanku sangat menyukai mengikuti sekolah pra nikah adalah sarana belajar dan mempelajari diri sendiri. Salah satu hal yang kusadari adalah untuk memperolah pernikahan yang sakinah, mawadah, warahmah, kita perlu (belajar) menjadi seseorang yang qurrota a'yun. Dan untuk menjadi seseorang yang qurrota a'yun , garis start-nya bukan ketika sudah menikah atau punya calon pasangan. Tetapi dari detik ini. Detik di mana kita akhirnya menyadari bahwa segala sesuatunya bermula dari diri sendiri. Aku sangat suka sekali dengan salah satu pernyataan dari pemateri kemarin. Beliau berkata, "jadilah hamba sebelum jadi apapun." Apapun peran kita nanti, baik menjadi seorang anak, seorang istri, seorang suami, seorang ayah, seorang ibu atau sebagai pekerja profesional, yang perlu kita ingat adalah tujuan kita untuk Allah semata. Jika sudah melibatkan Allah di setiap aspek kehidupan, maka kita akan ingat bahwa tujuan hidup kita tidak hanya dunia tetapi juga akherat. Pemat...

Jurnal Mimpi: Maybe We Got Lost in Translation

Jurnal mimpi is back! Soalnya kemarin mimpiku absurd banget. Cerita bermula ketika aku menjadi pagar ayu di pernikahan bunda Maia. Maia Estianty:) Fotografer pernikahan menyuruh para pagar ayu berpose dan melakukan beberapa gerakan tarian untuk dijadikan video dokumentasi. Para pagar ayunya cantik-cantik banget. Tipe-tipe perempuan high maintenance gitu deh. Aku bukan lagi merasa kebanting tapi luluh lantah. Meskipun begitu, aku menari sepenuh hati. Tapi pas videonya udah jadi, ternyata video bagianku di-cut. HEHE. Btw aku datang bersama temanku. Ia adalah Rosé Blackpink. Baru paragraf pertama aja ceritanya udah ga masuk akal banget ga sihhh😭 Pada hari yang sama, aku punya jadwal interview. Ga tau interview apaan. Ketika sedang menikmati prasmanan, aku baru ingat bahwa aku ada jadwal   tersebut. Pas aku lagi cuci piring bekas makanku (CUCI PIRING BANGET GA TUH), aku mengajak  Rosé untuk pergi ke tempat interview . Aku teriak  ke  Rosé, " Rossie, c'mon! Rossie!" Tap...

Foto Blog: LPJ ke Bandung Tahun 2022

     Selama di Bandung kemarin, rasanya ku bertemu 10830859258 orang. Tentu saja senang dong! Soalnya beliau-beliau yang kutemui bukan sembarang beliau. Maka dari itu, ku merasa sangat perlu untuk membuat LPJ (Laporan PerJalanan). Berikut merupakan foto blog edisi LPJ ke Bandung Tahun 2022 yang begitu hangat bak mejikom miyako baru ngejetrek.      Keberangkatan dimulai pada hari Rabu, 5 Oktober 2022. Naik bis karena ingin mengenang masa-masa kuliah yang suka ke Bandung naik bis. Hehe sebenarnya lebih ke karena kehabisan tiket pesawat yang paling murah sih HUHUHU. Tapi gapapa! Tetep positive thinking aja ya kan kita pada saat itu. Meski entah kenapa ada ada saja drama yang terjadi di hidupku. Seperti drama teman sebangku dalam 9 babak ini:  Si masnya turun di Jakarta. Hpnya kayaknya sudah dicas ketika di kapal. Syukur deh. Soalnya selama perjalanan dia suka video call pacarnya (analisis sotoy karena ku ga sengaja nguping tipis tipis).  Tidak seper...