Langsung ke konten utama

Postingan

Vacancy: Adinda Mencari Kakanda

Judulnya memang agak jijik ya. Tapi temen gue yang mau gue ceritain kali ini memang bernama Adinda. Bagian “mencari kakanda” hanyalah akal-akalan gue aja biar nampak hiperbola dan lebih menjual.   Seperti biasa kalo di segmen Vacancy itu berarti gue akan menceritakan temen gue yang sedang berulang tahun dan jomblo. Temen gue yang sudah seharusnya merasa terhormat karena terpilih di segmen Vacancy kali ini adalah: Adinda. Adinda merupakan temen kuliah gue dulu. Bukan cuma itu, Dinda juga merupakan temen satu jurusan, temen satu dosen pembimbing akademik, temen satu geng, temen satu konsentrasi kuliah, bahkan temen satu dosen pembimbing skripsi! Kalo aja Adinda merupakan seorang laki-laki, mungkin kami sudah terlibat cinlok dan sekarang sedang sibuk mencetak undangan pernikahan. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, (((kita ketahui bersama))) Adinda ini sedang menjomblo. Bukan sedang sih sebenernya. Memang jomblo aja. Dari lahir...

Juli dan Selasa: Memori

Saya pernah makan malam bersama kamu di daerah Jakarta suatu ketika. Saat itu kamu memesan menu ikan dori. Dan saya hanya memesan sup harga dua puluh lima ribuan. Menu paling murah di restoran itu karena saya tidak enak sebab kamu yang mentraktir. “Kalo kamu cuma pesan makanan murah, mending saya tadi membawa kamu ke alfamart. Pesan yang lain!” perintahmu saat saya menunjuk menu. Padahal saya tidak apa-apa memakan bubur. Pikir saya, sebagai sesama mahasiswa, uang yang kamu pakai untuk mentraktir saya makanan mahal lebih baik ditabung saja. Tapi sepertinya kamu adalah keturunan sultan. Atau mungkin sedang ingin bersikap dermawan saja kepada saya malam itu. Restoran itu terdiri dari dua lantai. Lantai paling atas ada suatu ruangan terbuka seperti rooftop. Ruangan terbuka itu menghadap langsung ke gedung salah satu kartu provider terbesar di Indonesia. Kamu mengajak saya untuk duduk di ruangan terbuka itu. Kamu duduk menghadap gedung. Saya duduk menghadap kamu. Keadaan sek...

Sepenggal Cerita Tentang Idola

Mempunyai sosok idola merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan. Menurutku, idola adalah orang asing yang tidak terasa asing. Seseorang yang bisa menjadi bagian dari hidupmu meski tidak pernah bertatap muka. Minggu, 31 Maret 2019, Valentino Rossi mampu merebut podium ke 2 di GP Argentina. Momen tersebut  terasa sangat luar biasa karena sudah lama Rossi tidak naik podium sejak GP Jerman 2018. Terlebih lagi buat aku yang rela begadang, menahan kantuk dan dingin demi menonton race moto gp di benua Amerika yang waktunya terbolak-balik dengan waktu wilayah Indonesia. Saat melihat Rossi di podium aku bertanya-tanya ke diri sendiri, kenapa ya aku masih ngefans sama Valentino Rossi? Setelah 13 tahun lamanya. Ada pembalap yang lebih muda, lebih tampan, lebih HOT (omg!), bahkan pembalap yang saat ini prestasinya lebih mentereng ketimbang Valentino Rossi. Marc Marquez, misalnya. Meskipun aku adalah fans Valentino Rossi sejak kekaisaran Romawi tapi aku gak buta-buta amat sih. I know,...

Foto Blog: Brengsequeen Edisi Lembang Tiris

Hari ini tanggal 1 Maret 2019 pukul 00.38 wib. Seharusnya ogut udah tidur. Tapi realitanya malah ngetik depan laptop dalam keadaan kelaparan.  Tadi Ayumi ngirim foto-foto Brengsequeen ke grup chat. Brengsequeen ini adalah nama pertemenan (pengen ngetik geng tapi asa naon) yang isinya terdiri dari ogut, Tari, Ayumi, Aih, April dan Eva.  Yang pake kerudung merah itu namanya Astari, yang pake kerudung item itu namanya Ayumi, lalu perempuan berkerudung biru itu ogut, kemudian perempuan kerudung coklat sebelah ogut itu namanya Aih, di belakang Aih ada April dan di samping April ada Eva. Seinget gue, pertemanan ini terbentuk karena interaksi di antara kita yang lumayan intens karena sama-sama menjabat sebagai pimpinan BEM. Ya ampun masa-masa rapat melelahkan itu:') Kemudian suatu ketika Aih berinisiatif bikin grup chat yang isinya kita-kita. Awalnya sih isinya sebagai wadah curhat percintaan Aih yang sedang lasut. Lama-lama berubah jadi akun gosip *cikal-bakal lambe turah*...