Langsung ke konten utama

#30DayChallenge: Yoga di Masa COVID-19

    Beberapa hari yang lalu ketika Yoga, aku kepikiran kenapa olahraga yang populer saat pandemi Covid-19 adalah bersepeda? Aku juga jadi bertanya-tanya kenapa bersepeda menjadi massive trend yang tiba-tiba. Gak salah sih cuma bersepeda kan dilakukan di luar rumah, terkadang sering bergerombol dan lumayan mahal (kecuali sepeda nyewa). Sedangkan selama pandemi ini, (((kita))) dianjurkan untuk stay at home dan menjaga jarak. Apalagi banyak orang-orang yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi ini. Tapi kok olahraga mahal malah bisa jadi trend ya? KONGLOMERAT YA BAPAK LO PADA HAH 

    Hari ini aku mau mencoba membahas tentang Yoga. Yoga adalah salah satu olahraga yang bisa dilakukan di rumah. Selain itu, Yoga tidak hanya melatih fisik tetapi juga pikiran sebagai satu kesatuan. Menurutku Yoga adalah olahraga yang sangat cocok dicoba di masa Covid-19 karena dapat mereduksi stres saat stay at home. Artikel yang aku baca hari ini berjudul Yoga in The Time of Coronavirus. Ditulis oleh Sherry Hamby, Ph.D. 

    Coronavirus membuat kita berada pada situasi penuh ketidakpastian, sedikit informasi (atau terlalu banyak informasi tanpa tahu cara membedakan hal yang nyata) dan kita sering merasa tidak terkendali. Ketidakpastian, kurangnya kendali dan informasi merupakan pemicu utama stres. Maka dari itu kita perlu mengelola stres yang muncul selama masa pandemi COVID-19.

    Yoga merupakan salah satu alat mengelola stres yang dapat kita lakukan di rumah. Yoga dapat dilakukan di ruang kecil dengan sedikit atau bahkan tanpa peralatan. Kita juga bisa berlatih Yoga secara sendiri atau dengan bimbingan. Banyak video di youtube tentang panduan latihan Yoga.  

    MENGAPA YOGA?

    Semakin banyak bukti empiris yang mendukung Yoga sebagai strategi tambahan untuk mengelola stres dan meningkatkan kesejahteraan. Orang yang berlatih Yoga mengalami lebih sedikit kecemasan, lebih sedikit depresi, dan lebih sedikit gejala gangguan stres pasca trauma. Yoga juga meningkatkan kesejahteraan termasuk meningkatkan kebersyukuran, kasih sayang, keterhubungan, penerimaan, keterpusatan, empowerment, self esteem dan harapan.

    Yoga juga membantu kita mengelola stres dan meregulasi diri (sesuatu yang perlu kita lakukan di masa pandemi). Kita sebagai manusia dibekali strategi koping bawaaan untuk menanggapi stres. Namun terkadang respons kita terhadap stres bisa menjadi tidak seimbang. Kita hidup di dunia yang biasanya mengaktifkan respon simpatik; cara tubuh kita merespon stres (flight or fight). 

    Hal tersebut dapat diimbangi dengan respon parasimpatis; cara tubuh kita untuk membantu kita beristirahat dan rileks. Yoga dapat membantu kita mengaktifkan respon parasimpatis dan menemukan keseimbangan. 

    Selain itu, Yoga juga membantu kita meregulasi diri saat stres dengan dua cara yaitu top-down dan down-top; mengubah pesan dari otak ke tubuh dan dari tubuh ke otak. Hal tersebut terjadi melalui gerakan, pernapasan dan mindfulness kita saat melakukan Yoga

    Yoga sekarang digunakan sebagai pengobatan dasar berbasis empiris dan sering dikombinasikan dengan intervensi lain yang bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Yoga juga merupakan alat yang mudah diakses untuk semua tipe tubuh dan kemampuan fisik. Yoga dapat menjadi aktivitas yang menenangkan dan memulihkan atau menjadi aktivitas yang aktif secara fisik tergantung kebutuhan dan kemampuan fisik. Yoga membuat kita sadar dengan tubuh kita, mendengarkan kebutuhan tubuh kita dan menerima tubuh kita tanpa penghakiman.

    Masa pandemi memberikan situasi-situasi sulit yang tidak dapat diprediksi kapan berakhir. Selama masa sulit tersebut, tidak apa-apa jika kita merasa tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tidak apa-apa untuk merasa cemas dan overwhelmed atau sedih. Kita juga dapat menggunakan alat atau cara yang familiar untuk membantu kita mencapai kesejahteraan. Yoga merupakan salah satu alat yang bisa kita gunakan untuk membantu kita menghadapi masa-masa sulit akibat COVID-19. 


  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta dan Luka dalam Rumah Tangga

Topik materi malam ini menarik sekali bagiku yaitu "Cinta dan Luka dalam Rumah Tangga." Disampaikan oleh Olphi Disya Arinda, M.Psi., Psikolog. Ketika remaja, konsep pernikahan di kepalaku adalah mencari seseorang yang bisa diajak hidup bahagia bersama.  Namun seiringnya berjalannya waktu (tua maksudnya), konsep tersebut menjadi bergeser. Di kepalaku sekarang ketika mencari pasangan hidup bukan lagi soal orang yang bisa diajak hidup bahagia. Tetapi seseorang yang bisa diajak berkonflik bersama. Maksudnya bukan berarti tidak mau bahagia ya. I mean, it's an automatic lah. Siapasih yang tidak mau menikah sama orang yang kita bahagia ketika bersamanya? Tapi tidak semua orang bisa diajak berkonflik bersama secara sehat. Materi malam ini sebagian besar membahas hal tersebut; konflik peran sebagai istri, konflik dalam rumah tangga, kunci dalam konflik, 4 horsemen of apocalypse, dan  fair fight guideline.    PERAN ISTRI Sesi kelas dibuka dengan pertanyaan, bagaimana gambar...

Review: Puberty Doesn't Hit Me Hard, Skincare Does

Ciao! Come stai? Sto molto bene . Aweu gaya banget kan pembukaan gue pake Bahasa Itali? Maklum, akhir-akhir ini gue lagi belajar Bahasa Italia biar kalo ketemu Rossi gak uu aa uu aa. Btw, quick fun fact: gue baru tau arti zupa (Bahasa Italia) adalah sup. Jadi zupa soup artinya sup sup. Sungguh pengulangan yang sangat mengulang. OKAY ENOUGH FOR THE INTRO! Kali ini gue mau membahas tentang skincare routine gue (cailaaaahh skinker rutin) dan sederet pengalaman gue saat muka sedang jerawatan. Hiks masa-masa kelam itu *nangis di pundak kokoh Ronaldo*   Jadi, gue baru mengenal skinker itu saat usia gue menginjak 22 tahun. Sejak gue puber jaman-jaman SMP itu gue gak ngerti skinker. Gue cuma make facial wash doang. APA ITU TONER APA ITU SERUM APA ITU MOISTURIZER?! Bodoh banget gue dulu tuh soal perawatan kulit. Pas SMP gue nyobain sih make Viva. Tapi pas gue pake milk cleanser dari Viva kulit muka gue terasa panas terbakar gitu. Apaqa kulit qu saat itu menginjak teras nerak...

Lapis Legit: Kue Manis, Tak Seperti Janjimu

Sebentar lagi lebaran. Para keluarga pun sibuk mempersiapkan berbagai hal demi menyambut hari kemenangan. Dari yang mulai beli baju lebaran, ngecat pager, renovasi rumah, memberantas kejahatan, sampai nyiapin template buat minta maaf ke mantan. Hmmm. Salah satu tradisi yang gak afdol rasanya kalau gak dilakuin menjelang lebaran adalah, membuat kue lebaran. Keluarga gue salah satu dari sekian milyar keluarga yang melakukan tradisi itu. Keluarga dari nyokap gue merupakan suku asli Lampung. Jadi mereka hari ini membuat salah satu kue khas Lampung yaitu lapis legit. Gue yang belum pernah ikutan buat kue ini jadi penasaran buat ikutan. Yah lumayan kan ya buat jadi bahan ngeblog. Biar tulisan gue di blog ada manfaatnya di mata masyarakat *berdiri di pinggir jurang* *rambut berkibar-kibar* Lapis legit merupakan salah satu kue khas Lampung. Kenapa namanya lapis legit? Itu karena bentuk kuenya yang berlapis-lapis dan rasanya yang legit #InfoKue #SayaBertanya #SayaMenjawab. K...